Les voyelles nasales · cek ejaan
1 · Temukan ejaan vokalnya
Kelompok umum ini memberi petunjuk awal yang berguna. Tilde di atas vokal IPA menandai nasalisasi.
| an, en → /ɑ̃/ : dans, enfant | di dalam; anak |
| in, ain, ein → /ɛ̃/ : cousin, pain, plein | sepupu; roti; penuh |
| on → /ɔ̃/ : mon, pont | milikku; jembatan |
Mon cousin est dans le jardin.Sepupuku ada di taman.
2 · Cek huruf berikutnya
Di dalam kata, n atau m tunggal yang diikuti vokal lain biasanya menjadi bagian suku kata berikutnya. Konsonan ganda juga sering berkaitan dengan vokal oral. Cek fin, fine, dan bonne sebagai bentuk terpisah.
| fin /fɛ̃/ → fine /fin/ | tipis: maskulin → feminin |
| bon /bɔ̃/ → bonne /bɔn/ | baik: maskulin → feminin |
La ligne est fine.Garisnya tipis.
3 · Gunakan m sebelum b atau p di dalam kata
Ejaan sengau umum memakai m sebelum b atau p: lampe, nombre, simple. Pertahankan pengecualian umum bonbon dengan n.
La réponse semble simple.Jawabannya tampak sederhana.
4 · Pertahankan konsonan yang tetap ada
Dalam simple /sɛ̃pl/, /p/ dan /l/ dibunyikan. Dalam tante /tɑ̃t/, /t/ akhir juga dibunyikan. Nasalisasi mengubah vokal; tidak menghapus semua bunyi setelahnya.
Ma tante est patiente.Bibiku sabar.
5 · Terapkan ejaan dalam batas katanya
Dalam un bon pain, bon mempertahankan n meskipun pain dimulai dengan p. Dalam mon oncle, /n/ penghubung menyambungkan kata; ejaan mon tetap sama.
Mon oncle arrive demain.Pamanku tiba besok.
