Les voyelles nasales · m devant b et p
1 · Am dan em sering menghasilkan /ɑ̃/
Bandingkan lampe /lɑ̃p/ dan temps /tɑ̃/. Ejaannya memakai m meskipun huruf konsonan setelahnya tidak dibunyikan.
La lampe est sur la table.Lampunya ada di meja.
Nous avons le temps.Kita punya waktu.
2 · Im sering menghasilkan /ɛ̃/
Dalam simple /sɛ̃pl/, vokal sengau diikuti /p/ dan /l/. Pertahankan kedua konsonan itu.
| un timbre /tɛ̃bʁ/ | perangko |
| important /ɛ̃pɔʁtɑ̃/ | penting |
La réponse est simple.Jawabannya sederhana.
3 · Om sering menghasilkan /ɔ̃/
Ejaan dalam nombre /nɔ̃bʁ/ memiliki kategori vokal sengau sama dengan nom /nɔ̃/. Bunyi /bʁ/ setelahnya tetap ada.
Le nombre de chambres est indiqué ici.Jumlah kamar tidur ditunjukkan di sini.
4 · Pertahankan bonbon dengan n
Pelajari bonbon sebagai kata utuh. Pengecualian lainnya mencakup néanmoins dan embonpoint.
Tu veux un bonbon ?Kamu mau permen?
5 · Pertahankan ejaan setiap kata meski diikuti kata lain
Dalam un bon pain, kata berikutnya dimulai dengan p, tetapi bon mempertahankan n. Kaidah ejaan ini berlaku di dalam satu kata.
C’est un bon pain de campagne.Ini roti khas pedesaan yang enak.
6 · m yang dibunyikan memiliki polanya sendiri
Dalam ami /ami/, vokal sebelum m bersifat oral dan /m/ dibunyikan. Hurufnya saja tidak cukup: baca seluruh kata.
Mon ami arrive demain.Temanku tiba besok.
