Kesalahan umum

Un enfant adorable: tempat liaison (penyambungan bunyi) bahasa Prancis berhenti

Bandingkan un enfant adorable dengan petit enfant. Temukan batas setelah kata benda tunggal, hindari tambahan t, dan pertahankan konsonan yang memang dilafalkan pada livre atau table.

Ringkasan

Dalam percakapan biasa, biarkan t terakhir pada enfant tidak terucap sebelum adorable: un enfant adorable. Pada petit enfant, kata sifat mendahului kata benda dan memunculkan bunyi penghubung /t/. Hubungan tata bahasanya menunjukkan batas mana yang bisa disambungkan.

Kuning gagasan yang perlu diingatBlue bahasa Prancis yang dipelajari

Seorang anak kecil dengan ramah memberikan bunga kepada kerabat yang lebih tua di teras taman Prancis; keduanya terlihat dari jauh, tanpa buku atau papan tulisan.
Adegan yang hangat ini memberi konteks pada un enfant adorable. Ilustrasi: Atelier
Pelajari dahulu: periksa setiap batas antarkata secara terpisah
PasanganHubunganBunyi pada batas antarkata
un enfantpenentu + kata bendabunyi penghubung /n/
petit enfantkata sifat sebelum kata bendabunyi penghubung /t/
enfant adorablekata benda tunggal + kata sifattanpa bunyi penghubung /t/
étudiant arrivekata benda tunggal + kata kerjatanpa bunyi penghubung /t/
  • un enfant adorableMenambahkan /t/ setelah kata benda tunggalBiarkan t terakhir pada kata benda tidak terucap

    C’est un enfant adorable.Dia anak yang menggemaskan.

    Un enfant memiliki liaison (penyambungan bunyi) /n/ tersendiri. Lalu, beralihlah dari vokal sengau di akhir enfant ke vokal pada adorable. Ucapkan frasanya dengan lancar; kamu boleh memberi jeda.

  • un étudiant arriveMemperlakukan subjek kata benda seperti kata ganti jamakBiarkan t terakhir pada étudiant tidak terucap

    Un étudiant arrive demain.Seorang mahasiswa akan tiba besok.

    Subjek berupa kata benda tunggal tidak memunculkan liaison (penyambungan bunyi) di sini. Bandingkan dengan ils arrivent: subjeknya berupa kata ganti, yang memiliki pola sambungan bunyi berbeda.

  • une table ancienneMenghilangkan /l/ terakhir pada kata benda yang seharusnya dilafalkanPertahankan konsonan yang memang ada dalam kata

    Cette table ancienne est solide.Meja tua ini kokoh.

    Table dilafalkan /tabl/. Bunyi /l/ tetap ada meskipun katanya diucapkan sendiri. Pemindahan konsonan itu ke suku kata berikutnya disebut enchaînement.

  • un livre intéressantMenambahkan konsonan baru setelah kata bendaGunakan konsonan yang memang dilafalkan

    J’ai lu un livre intéressant.Aku membaca buku yang menarik.

    Livre berakhir dengan bunyi /vʁ/ yang dilafalkan. Bunyi-bunyi itu dapat tersambung ke intéressant. Sambungan yang lancar ini berasal dari bunyi yang memang ada dalam kata tersebut.

Sebelum atau sesudah kata benda?

Un petit enfant. Un enfant adorable.

Seorang anak kecil. Seorang anak yang menggemaskan.

Pada frasa pertama, petit memunculkan /t/ sebelum kata bendanya. Pada frasa kedua, kata benda tunggal enfant tetap tanpa /t/ di akhir.

Frasa yang diucapkan lancar dapat memuat beberapa jenis sambungan bunyi. Un enfant adorable memiliki /n/ setelah un dan tidak memiliki /t/ setelah enfant. Vous êtes ici memiliki /z/ setelah vous serta /t/ yang memang ada pada êtes sebelum ici. Sebutkan kedua kata yang tepat setiap kali kamu menjelaskan suatu bunyi.

Soal 1Tidak perlu akun
Apa yang terjadi setelah enfant dalam pengucapan biasa un enfant adorable?

Pilih satu jawaban.

Jawaban dan penjelasan

Biarkan t terakhirnya tidak terucap.. Kata benda tunggal ini diikuti kata sifatnya. Pada batas ini tidak ada liaison (penyambungan bunyi) kata benda dalam pengucapan biasa.

Soal 2Tidak perlu akun
Pasangan mana yang memiliki liaison (penyambungan bunyi) /t/ antara kata sifat dan kata benda?

Pilih satu jawaban.

Jawaban dan penjelasan

petit enfant. Pada petit enfant, kata sifat petit yang mendahului kata benda tersambung ke kata benda yang diawali vokal itu.

Soal 3Tidak perlu akun
Mengapa /l/ dipertahankan dalam table ancienne?

Pilih satu jawaban.

Jawaban dan penjelasan

Bunyi itu memang dilafalkan dalam kata bendanya.. Table memang berakhir dengan /l/. Konsonan yang sudah ada itu dapat bergabung dengan suku kata berikutnya melalui enchaînement.